<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
><channel><title>ikram.web.id &#187; Inspiration</title> <atom:link href="http://ikram.web.id/category/inspiration/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://ikram.web.id</link> <description>Integrity, truthfulness, and straightforwardness</description> <lastBuildDate>Sun, 24 Oct 2010 01:18:45 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator> <item><title>Kwitansi</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/article/kwitansi/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/article/kwitansi/#comments</comments> <pubDate>Sun, 24 Oct 2010 01:17:15 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Article]]></category> <category><![CDATA[akhlak]]></category> <category><![CDATA[inspirasi]]></category> <category><![CDATA[jujur]]></category> <category><![CDATA[motivasi]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=547</guid> <description><![CDATA["Mau ditulis brp?" ucapan itu pastinya anda sering dengar bukan
Kebetulan saya mendengar kembali ucapan tersebut,
yang unik, profesi dari orang yang mengucapkannya kali ini adalah dokter
yang notabene merupakan profesi yang sangat mulia.
Kejadian tersebut menggelitik saya untuk menulis note ini]]></description> <content:encoded><![CDATA[<div
id="_mcePaste">&#8220;Mau ditulis brp?&#8221; ucapan itu pastinya anda sering dengar bukan</div><div
id="_mcePaste">Kebetulan saya mendengar kembali ucapan tersebut,</div><div
id="_mcePaste">yang unik, profesi dari orang yang mengucapkannya kali ini adalah dokter</div><div
id="_mcePaste">yang notabene merupakan profesi yang sangat mulia.</div><div
id="_mcePaste">Kejadian tersebut menggelitik saya untuk menulis note ini,</div><div
id="_mcePaste">karena hari itu sedikitnya mengingatkan saya kembali</div><div
id="_mcePaste">klo bukan profesinya yg penting, tp tetap bagaimana orangnya.</div><div
id="_mcePaste">Kwitansi &#8220;aspal&#8221; tersebut kini bukan hal yang aneh dan dianggap biasa,</div><div
id="_mcePaste">sebelumnya saya pun berkali2 mengalaminya,</div><div
id="_mcePaste">dimulai dari tukang pandai besi yang menjual roda gerobak,</div><div
id="_mcePaste">manajemen artis yang menawarkan talentnya,</div><div
id="_mcePaste">vendor2 event,</div><div
id="_mcePaste">dan beberapa lainnya.</div><div
id="_mcePaste">Yang hebat adalah pada sebagian besar kesempatan tersebut,</div><div
id="_mcePaste">meskipun sudah mengatakan &#8220;tulis nilai sebenarnya saja&#8221;</div><div
id="_mcePaste">biasanya mereka tetap akan menuliskan nilai yang &#8220;dilebihkan&#8221;</div><div
id="_mcePaste">sambil mengatakan &#8220;gpp, bayarnya ga usah senilai ini&#8221;.</div><div
id="_mcePaste">Bukan idealis atau sok suci,</div><div
id="_mcePaste">bukan membela perusahaan yang membayar/mengganti supaya gak rugi</div><div
id="_mcePaste">tp sepertinya kebanyakan orang semakin &#8220;gila&#8221;,</div><div
id="_mcePaste">menipu &#8220;perusahaan sendiri&#8221; yang memberinya penghasilan,</div><div
id="_mcePaste">bahkan menipu &#8220;orang tua&#8221; sendiri</div><div
id="_mcePaste">dianggap tidak salah dan biasa.</div><div
id="_mcePaste">Mungkin perusahaan atau orang tua tidak merasa rugi,</div><div
id="_mcePaste">namun kasihan sekali engkau kawan,</div><div
id="_mcePaste">hatimu terus merugi.</div><div
id="_mcePaste">Wassalam</div><p>&#8220;Mau ditulis brp?&#8221; ucapan itu pastinya anda sering dengar bukan<br
/> Kebetulan saya mendengar kembali ucapan tersebut,<br
/> yang unik, profesi dari orang yang mengucapkannya kali ini adalah dokter<br
/> yang notabene merupakan profesi yang sangat mulia.<br
/> Kejadian tersebut menggelitik saya untuk menulis note ini,<br
/> karena hari itu sedikitnya mengingatkan saya kembali<br
/> klo bukan profesinya yg penting, tp tetap bagaimana orangnya.</p><p>Kwitansi &#8220;aspal&#8221; tersebut kini bukan hal yang aneh dan dianggap biasa,<br
/> sebelumnya saya pun berkali2 mengalaminya,<br
/> dimulai dari tukang pandai besi yang menjual roda gerobak,<br
/> manajemen artis yang menawarkan talentnya,<br
/> vendor2 event,<br
/> dan beberapa lainnya.<br
/> Yang hebat adalah pada sebagian besar kesempatan tersebut,<br
/> meskipun sudah mengatakan &#8220;tulis nilai sebenarnya saja&#8221;<br
/> biasanya mereka tetap akan menuliskan nilai yang &#8220;dilebihkan&#8221;<br
/> sambil mengatakan &#8220;gpp, bayarnya ga usah senilai ini&#8221;.</p><p>Bukan idealis atau sok suci,<br
/> bukan membela perusahaan yang membayar/mengganti supaya gak rugi<br
/> tp sepertinya kebanyakan orang semakin &#8220;gila&#8221;,<br
/> menipu &#8220;perusahaan sendiri&#8221; yang memberinya penghasilan,<br
/> bahkan menipu &#8220;orang tua&#8221; sendiri<br
/> dianggap tidak salah dan biasa.</p><p>Mungkin perusahaan atau orang tua tidak merasa rugi,<br
/> namun kasihan sekali engkau kawan,<br
/> hatimu terus merugi.</p><p><strong>Wassalam</strong></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/article/kwitansi/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kaya Dengan Islam dan Kisah Si Minim</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/article/kaya-dengan-islam-dan-kisah-si-minim/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/article/kaya-dengan-islam-dan-kisah-si-minim/#comments</comments> <pubDate>Wed, 07 Apr 2010 11:04:39 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Article]]></category> <category><![CDATA[islam]]></category> <category><![CDATA[kaya]]></category> <category><![CDATA[kisah islami]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=388</guid> <description><![CDATA[Sahabat, telah banyak kita mendengar sebagian orang berkata bahwa penerapan prinsip-prinsip islam yang terlalu mendetail dalam kehidupan sehari-hari hanya akan menghambat upaya kita dalam menggapai kekayaan dunia yang diharapkan. Pertanyaannya benarkah islam dan aturan2nya merupakan penghambat keinginan untuk memperoleh kenikmatan dunia yang berlimpah? Satu hal yang sering dijadikan argumen oleh kebanyakan orang yang berpendapat seperti ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Sahabat, telah banyak kita mendengar sebagian orang berkata bahwa penerapan prinsip-prinsip islam yang terlalu mendetail dalam kehidupan sehari-hari hanya akan menghambat upaya kita dalam menggapai kekayaan dunia yang diharapkan. Pertanyaannya benarkah islam dan aturan2nya merupakan penghambat keinginan untuk memperoleh kenikmatan dunia yang berlimpah?</p><p>Satu hal yang sering dijadikan argumen oleh kebanyakan orang yang berpendapat seperti diatas adalah, bahwa kenyataannya justru banyak orang-orang kaya yang ada sekarang adalah mereka yang tidak menjalankan keseluruhan ajaran yang ada dalam islam, bahkan sebagian sama sekali tidak mengaplikasikan ajaran agama. Akhirnya mereka berkesimpulan bahwa yang menentukan kesuksesan adalah ilmu pengetahuan dan kerja keras semata dan tidak ada kaitannya dengan agama.</p><p>Seperti apakah islam memberikan jawaban untuk masalah ini. Ternyata hal ini sudah dijawab langsung oleh Allah SWT yang tercantum di dalam al-Quran, yang seperti kita ketahui bersama sudah ada sejak jaman nabi Muhammad SAW, masalahnya ternyata tidak semua orang mencoba untuk mencari dan mempelajarinya, padahal pentingnya ilmu sudah sangat jelas, nabi dalam sebuah hadits bersabda, “Tuntutlah ilmu dari semenjak dilahirkan sampai masuk liang lahat”.</p><p>Penjelasan mengenai kenapa orang-orang yang tidak beriman sekalipun bisa mendapatkan kekayaan berlimpah padahal katanya yang mendatangkan rahmat Allah itu adalah orang-orang yang beriman,kita lihat pada salah satu firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 212, firman-Nya:</p><p><strong>“Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rizki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. 2:212)</strong></p><p>Disebutkan dengan jelas bahwa Allah memberi rizki kepada semua hamba yang dikehendaki-Nya dan tanpa batas. Hal ini menjelaskan bahwa keseluruhan manusia siapapun itu akan mendapatkan limpahan kenikmatan sesuai dengan kehendak-Nya. Yang perlu dijadikan renungan adalah, penjelasan juga bahwa harta yang diperoleh dengan mengabaikan nilai-nilai islam hanya akan bermakna selama didunia, dan pada akhirnya di akhirat nanti tidak akan memberikan manfaat apapun. Karena itu sungguh beruntung orang-orang yang diberikan nikmat bekerja keras, keinginan menuntut ilmu, serta tetap menjunjung nilai-nilai islam dalam kehidupan kesehariannya, karena mereka akan mendapatkan kenikmatan yang tidak hanya di dunia namun juga di akhirat kelak, Insya Allah.</p><p>Bagaimana mencapai kekayaan dunia akhirat:</p><p><strong>1.</strong>Menuntut ilmu tanpa henti, tanpa perlu dijelaskan lagi keistimewaan menuntut ilmu yang bahkan apabila disebarkan akan menjadi pahala yang terus mengalir kendati kita telah meninggal dunia.</p><p><strong>2.</strong>Sedekah, manfaatnya sama seperti ilmu yang pahalanya akan terus mengalir, disamping itu terdapat banyak janji-janji Allah tentang balasan kenikmatan dari sedekah ini baik di dunia maupun di akhirat. Untuk sedekah ini saya mempunyai sebuah kisah nyata dari salah seorang sahabat saya.</p><p><strong>“Si Minim”</strong></p><p>Si minim, begitu dulu hampir semua teman-teman memanggilnya, bukan karena bentuk fisik atau namanya dia disebut begitu, namun lebih dikarenakan, pada setiap kesempatan bermain bersama, si minim tersebut hampir selalu tidak mempunyai uang, bahkan sekedar lembaran ribuan rupiah pun tidak dimilikinya.</p><p>Ketika beranjak dewasa hampir semua teman sepermainan kami berpisah, dan beberapa bahkan tidak diketahui lagi keberadaanya. Setelah hampir tiga tahun tidak bertemu (keadaan si minim pada saat terakhir bertemu masih minim) kami berjumpa kembali pada akhir 2009 lalu, pada saat perjumpaan kembali untuk pertama tidak ada yang istimewa karena si minim (yang ternyata sudah tidak minim) pun hanya sekedar sekalian mampir karena sedang ada keperluan, jadi hanya sebentarlah kami mengobrol, si minim pun kemudian pamit dan berjanji minggu depan akan kembali lagi karena mempunyai waktu luang, maka pulanglah si minim (yang tanpa disadari masih disebut si minim oleh sahabat yang lain, padahal saat itu dia sudah mengendarai sebuah mobil)</p><p>Semua sahabat baru terhenyak ketika si minim datang kembali sesuai janji pada minggu depannya, semua sudah mulai bertanya-tanya kenapa mobil yang digunakan oleh si minim tersebut sudah berganti lagi bukan mobil yang digunakan ketika bertemu minggu lalunya, apakah karena itu mobil kantor atau lainnya. Saat ditanya tentang hal tersebut, suasana sedikit berubah, si minim ternyata malah terisak sebelum memulai ceritanya, menurut penuturannya mobil-mobil tersebut adalah benar miliknya dan bahkan selain itu masih ada mobil-mobilnya yang lain, juga dimilikinya beberapa rumah dan sebuah perusahaan yang dia katakan omsetnya kini telah mencapai miliaran dalam sebulan.</p><p>Diiringi suasana malam yang semakin haru kemudian sahabat yang lain kembali bertanya “Bagaimana cara mendapatkan semua kekayaan itu, padahal selang waktu kita tidak bertemu hanya sekitar dua setengah tahun?”. Sambil terisak dan tetesan airmata yang mulai mengalir diwajahnya, dia berkisah, “Setiap mengingat semua ini rasanya tidak akan cukup semua syukur yang harus diucapkan, ketika itu, yaitu sekitar dua tahun yang lalu, saya berada dalam situasi yang sangat sulit sampai-sampai pada suatu hari istri memberitahu kebutuhan dapur belum terpenuhi, si kecil terus merengek meminta susu dan berbagai keperluan lainnya, sedangkan uang yang saya pegang hanya lima ribu rupiah, dimana harga sekotak susu bubuk ukuran kecil pun bisa 4 kali lipatnya. Saat kebingungan itu saya mencoba keluar rumah untuk berkeliling mencari pekerjaan yang sekiranya bisa menuntaskan permasalahan yang ada. Saat sedang berkeliling mencari pekerjaan itulah terdengar suara azan yang entah kenapa tidak seperti biasanya yang saya acuhkan, saya masuk ke masjid untuk ikut melaksanakan solat, selesai solat saya melihat sebuah kencleng sumbangan yang memang umum ada di masjid-masjid, teringat bahwa katanya Allah akan menjamin orang-orang yang menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah, maka sambil memanjatkan doa &#8216;ya Allah apabila memang benar engkau akan menjamin rizki orang-orang yang bersedia memberikan sebagian hartanya untuk keperluan umat, maka tolong jamin rizki saya dan saya ikhlaskan semua uang saya yang hanya lima ribu rupiah ini&#8217;, setelah itu meski sedikit bimbang karena sekarang bahkan tidak sepeser rupiah pun dipegang, saat keluar masjid ternyata ada salah seorang teman yang melintas, sambil mengobrol2 sedikit dia menanyakan kabar dan begitu mengetahui kesulitan yang sedang dialami, dia segera menyodorkan uang lima puluh ribu rupiah dan kemudian pergi (subhanallah ternyata langsung dibalas 10 kali lipat saat itu juga), kemudian saya mulai berpikir apakah benar ini karena uang lima ribu yang disumbangkan tadi, saya pun masuk kembali ke dalam masjid dan kembali berdoa &#8216;ya Allah apabila kejadian tadi bukan suatu kebetulan, saya ikhlaskan lagi uang yang lima puluh ribu ini untuk disumbangkan, dan biarlah Allah yang akan menjadi penjaminku&#8217; sambil memasukkan uang lima puluh ribu dari teman tadi ke dalam kencleng, kemudian keluar kembali dari masjid, Sambil sedikit heran terhadap diri sendiri, sudah mendapatkan uang cukup malah disumbangkan kembali, ternyata tanpa disangka ada seorang bapak yang menghampirinya dan mengajak ngobrol sejenak kemudian tanpa disangka2 memberikan uang lima ratus ribu rupiah, dimana akhirnya dari uang itulah saya mulai menjalankan bisnis”</p><p>Begitulah si minim (yang telah menjadi si kaya) menuturkan kisahnya sambil memberitahukan bahwa usahanya ternyata terus meningkat seiring peningkatan jumlah sedekah yang dia keluarkan, bahkan untuk mesjid tempat dia bersedekah saat pertama mendapatkan petunjuk tersebut, dia kini telah menjadi donatur tetap dengan sumbangan rutin berjumlah jutaan perbulannya.</p><blockquote><p>Ternyata membolak-balikkan nasib seseorang jauh lebih mudah bagi Allah SWT, bahkan dibandingkan kemampuan membalikkan telur ceplok di wajan oleh koki terbaik sekalipun. Orang yang dahulu kami kenal sebagai si minim yang urakan dan tukang mabuk-mabukan ternyata sekarang telah menjadi si kaya yang soleh dan dermawan.</p></blockquote><p><strong>3.</strong>Keseimbangan, mengapa keseimbangan? Ya kerja keras memang perlu namun keseimbangan lebih penting karena kehidupan yang bahagia dan sukses hanya akan didapat bila kita bisa menjaga keseimbangan antara diri sendiri, pekerjaan, keluarga, relasi, dan agama. Semua faktor akan saling menunjang keberhasilan faktor lainnya, salah satu contohnya yang paling sederhana adalah untuk diri sendiri, saya mengutip keterangan dari salah seorang sahabat yang saya hormati, dimana dia katakan, kenyataannya sekarang ini lebih banyak orang lebih memilih untuk meminum supplemen untuk menunjang kerjanya yang diforsir dibandingkan memilih untuk beristirahat, padahal jika kemudian tubuh kita menjadi sakit, semua pekerjaan yang diniatkan agar maksimal dengan dikerjakan secara berlebihan tersebut malah menjadi tidak berjalan.<br
/> Bahkan nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya badanmu mempunyai hak, keluargamu juga mempunyai hak&#8230;”</p><p>Wassalam,<br
/> Ikram Nur Muharam</p><p>Referensi:<br
/> 1.Tafsir Ibnu Katsir<br
/> 2.Cinta di Rumah Hasan Al Bana – Muhammad Lili Nur Aulia</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/article/kaya-dengan-islam-dan-kisah-si-minim/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Memahami Bahasa Tubuh, Mendengarkan apa yang tidak dikatakan</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/leadership/memahami-bahasa-tubuh-mendengarkan-apa-yang-tidak-dikatakan/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/leadership/memahami-bahasa-tubuh-mendengarkan-apa-yang-tidak-dikatakan/#comments</comments> <pubDate>Fri, 26 Feb 2010 07:23:32 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Leadership]]></category> <category><![CDATA[Bahasa Tubuh]]></category> <category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category> <category><![CDATA[Non Verbal]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=377</guid> <description><![CDATA[Non verbal Communication Apakah dia benar-benar setuju? Apakah mereka benar-benar mengerti? Apa orang tersebut bisa dipercaya sebagai partner? Apa dia tertarik? Pertanyaan sederhana seperti itu pastinya seringkali terlintas di benak kita dalam berbagai situasi sehari-hari. Pertanyaannya, mungkinkah kita mengetahui apa yang sebenarnya orang lain pikirkan atau maksudkan. Meskipun tidak seratus persen bisa dikatakan tepat, cara ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Non verbal Communication</strong></p><blockquote><p>Apakah dia benar-benar setuju?<br
/> Apakah mereka benar-benar mengerti?<br
/> Apa orang tersebut bisa dipercaya sebagai partner?<br
/> Apa dia tertarik?</p></blockquote><p>Pertanyaan sederhana seperti itu pastinya seringkali terlintas di benak kita dalam berbagai situasi sehari-hari. Pertanyaannya, mungkinkah kita mengetahui apa yang sebenarnya orang lain pikirkan atau maksudkan. Meskipun tidak seratus persen bisa dikatakan tepat, cara untuk mengetahui tanggapan orang terhadap kita adalah dengan memperhatikan bahasa tubuh yang diperlihatkan oleh orang tersebut.</p><p>Seperti peribahasa  “diam itu emas”, “less is more” dan lain-lain, bahasa tubuh ternyata justru bisa memberikan penjelasan lebih kepada kita dibandingkan ucapan dalam memahami maksud dan pemahaman orang lain.</p><p>Sebagai contoh:</p><p>Melihat atasan yang sedang cemberut dan terlihat muram sudah menjadi alasan tepat bagi kita untuk menunda pembicaraan tentang kenaikan gaji.<br
/> Mayoritas karyawan yang terlihat berjalan masuk ke ruangan meeting dengan tertunduk, mata sayu, dan memandang jam tangannya setiap beberapa saat seharusnya bisa dijadikan pertimbangan cepat oleh atasan untuk membatalkan meeting hari itu, dibandingkan melakukan meeting yang tidak menghasilkan suatu apapun (atau mungkin juga pertimbangan yang baik untuk mulai mencari karyawan baru!).<br
/> Lain halnya ketika seorang pria menanyakan kesediaan pujaan hatinya untuk dilamar, jawaban sang wanita yang mengatakan “tidak tahu” sambil diiringi tatapan berbinar dan senyum mengembang seharusnya sudah membuat sang pria bisa mulai merencanakan kapan tanggal pernikahan yang baik.</p><p><strong>Bahasa tubuh untuk kepemimpinan (Non verbal for leadership)</strong></p><p>Sejak beberapa tahun kebelakang, pola kebanyakan orang dalam memberikan penghargaan/simpati kepada orang lain terlihat sudah jauh berubah, jika dahulu seseorang dengan jabatan tinggi atau memiliki banyak harta akan sangat mudah untuk mendapatkan penghargaan dari orang lain, saat ini kenyataannya sangat sulit untuk membuat diri kita dihargai oleh orang, bahkan jabatan dan harta pun akan diacuhkan apabila tidak bisa berempati kepada orang lain.</p><p>Contoh:<br
/> Hanya karena cemberut dan mengacuhkan senyuman seorang tukang parkir, bisa jadi bahkan seorang pejabat akan mendapati ban mobilnya telah bocor ketika akan pulang. Sebaliknya seorang karyawan biasa yang selalu tersenyum ramah kepada sang tukang parkir mungkin akan heran karena setiap pulang motornya selalu dalam keadaan bersih.</p><p><strong>Memahami bahasa agar bisa lebih berempati</strong></p><p>Seorang atasan yang bisa memperlihatkan bahasa tubuh yang baik, memahami bahasa tubuh karyawan, dan bisa menularkan empati di lingkungan perusahaan akan membawa perusahaan tersebut siap untuk menyongsong era baru dimana masyarakat kini lebih condong untuk memilih sesuatu yang bisa memberikan empati. Pemahaman yang baik akan bahasa tubuh bisa membuat kita lebih berempati.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/leadership/memahami-bahasa-tubuh-mendengarkan-apa-yang-tidak-dikatakan/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Meningkatkan Skill Public Speaking Dengan Penguasaan 3V: Visual, Vocal, Verbal</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/public-speaking/meningkatkan-skill-public-speaking-dengan-penguasaan-3v-visual-vocal-verbal/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/public-speaking/meningkatkan-skill-public-speaking-dengan-penguasaan-3v-visual-vocal-verbal/#comments</comments> <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 23:29:32 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Public Speaking]]></category> <category><![CDATA[Verbal]]></category> <category><![CDATA[Visual]]></category> <category><![CDATA[Vokal]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=331</guid> <description><![CDATA[Apa itu 3V Visual: Bahasa tubuh dan apa yang anda lakukan selama penyampaian materi Vokal: Intonasi dan pengaturan suara Verbal: Apa yang anda sampaikan Sebelumnya kita lihat dulu pie chart berikut ini Chart tersebut merupakan hasil penelitian Professor Albert Mehrabian dari Departemen psikologi Universitas California, Los Angeles. Disebut sebagai “Silent Message” dimana “Total liking = ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu 3V</p><p><strong>Visual:</strong> Bahasa tubuh dan apa yang anda lakukan selama penyampaian materi</p><p><strong>Vokal:</strong> Intonasi dan pengaturan suara</p><p><strong>Verbal:</strong> Apa yang anda sampaikan</p><p>Sebelumnya kita lihat dulu pie chart berikut ini</p><p><a
href="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/3v.jpg"><img
class="alignnone size-full wp-image-332" title="3v" src="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/3v.jpg" alt="" width="521" height="302" /></a></p><p>Chart tersebut merupakan hasil penelitian Professor Albert Mehrabian dari Departemen psikologi Universitas California, Los Angeles. Disebut sebagai “Silent Message” dimana “Total liking = 7% Verbal + 37% Vokal + 55% Facial” , dikatakan juga bahwa hal tersebut hanya berlaku ketika seseorang berkomunikasi tentang “emotions”, dan tidak berlaku dalam percakapan umum</p><p>Seminar “Mastery Public Speaking” yang diadakan oleh tantowi yahya pun ternyata menggunakan chart ini dalam slide presentasinya.</p><p>Yang dicermati disini adalah ternyata apa yang kita sampaikan hanya mempunyai porsi kecil dari keberhasilan public speaking yang kita lakuan, dimana berdasarkan pie chart tersebut hanya 7%.</p><p>Seringkali (atau bahkan selalu) kita tidak menyadari hal ini dan dalam setiap kesempatan melakukan public speaking kita hanya fokus melakukan persiapan pada materi apa yang akan disampaikan, padahal ternyata bagian verbal tersebut hanya berpengaruh 7% pada keberhasilan. Namun bukan berarti serta-merta kita mengabaikan persiapan materi, karena tentunya dengan persiapan dan penguasaan materi yang matang akan menimbulkan faktor percaya diri yang secara tidak langsung akan memberikan ketenangan yang akan mendukung pengaturan vokal dan gestur tubuh yang baik.</p><p><span
style="text-decoration: underline;">Untuk lebih memahami konsep 3V simak contoh berikut ini:</span></p><p>Anda menyampaikan kepada teman bahwa anak anda mendapat ranking satu di sekolah</p><p>Bayangkan seperti apa perasaan anda dengan beberapa pilihan respon yang diberikan teman anda</p><p><strong>Hanya Verbal:</strong></p><p>Teman anda menjawab “Hebat&#8230;” tanpa ekspresi.</p><p>Meskipun kata yang dipilih adalah hebat namun karena dikatakan tanpa ekspresi sehingga akan terdengar tidak tulus oleh anda.</p><p><strong>Verbal + Vokal:</strong></p><p>Teman anda menjawab “Hebat&#8230;” dengan dipanjangkan dan jelas.</p><p>Tentunya anda akan lebih senang dengan perlakuan yang ini, dimana jawaban yang diberikan oleh teman anda lebih enak didengar dan juga terlihat tulus.</p><p><strong>Verbal + Vokal + Visual:</strong></p><p>Teman anda menjawab “Hebat&#8230;” dengan jelas, dipanjangkan juga sambil menjabat tangan anda dan tersenyum.</p><p>Untuk respon yang satu ini sudah jelas bisa dibayangkan bagaimana senangnya anda.</p><p>Dari contoh tersebut bisa diketahui bahwa meskipun apa yang disampaikan sama, namun cara penyampaian yang berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda pula.</p><p>Setelah mengetahui teorinya tentunya yang kemudian harus dilakukan adalah berlatih, caranya? bisa sendiri di depan cermin, mengajak teman untuk berlatih bersama, ataupun mengikuti pelatihan. Yang pasti teorinya telah anda ketahui dan kuasai</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/public-speaking/meningkatkan-skill-public-speaking-dengan-penguasaan-3v-visual-vocal-verbal/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Kunci Sukses Public Speaking</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/public-speaking/kunci-sukses-public-speaking/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/public-speaking/kunci-sukses-public-speaking/#comments</comments> <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 05:02:42 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Public Speaking]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=300</guid> <description><![CDATA[Apa sih Public Speaking: Intinya sudah jelas: berbicara didepan umum. Jika anda mencari penjelasan yang lebih panjang dan merupakan definisi yang dihasilkan oleh para ahli, silahkan search di Google Public Speaking akan membuat kita tidak hanya menyampaikan sesuatu, tetapi juga membuat yang kita sampaikan tersebut bisa diterima dengan baik Kenapa sih kita harus mengetahui tentang ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Apa sih Public Speaking:</p><p>Intinya sudah jelas: berbicara didepan umum. Jika anda mencari penjelasan yang lebih panjang dan merupakan definisi yang dihasilkan oleh para ahli, silahkan search di Google</p><p>Public Speaking akan membuat kita tidak hanya menyampaikan sesuatu, tetapi juga membuat yang kita sampaikan tersebut bisa diterima dengan baik</p><p>Kenapa sih kita harus mengetahui tentang Public Speaking</p><ol><li>Satu waktu yang entah kapan pasti 	kita akan diminta untuk mewakili berbicara di depan banyak orang, 	misal: di acara keluarga, ulang tahun teman, acara kantor</li><li>Tentunya dengan menguasai public 	speaking akan meningkatkan skill komunikasi kita dalam menjalin 	hubungan baik dengan orang lain</li><li>Nilai jual pribadi juga tentunya 	akan meningkat karena public speaking ini sangat erat kaitannya 	dengan kemampuan leadership</li></ol><p>Yang sering dipertanyakan</p><p>Bisakah saya menjadi ahli public speaking?</p><p>Semua pakar/ahli dan orang-orang yang bergelut di bidang ini sepakat bahwa kemampuan public speaking merupakan hasil dari proses pembelajaran dan bukan merupakan milik segelintir orang yang memiliki bakat.</p><p><span
style="text-decoration: underline;">Kunci sukses public speaking:</span></p><ol><li><strong>Percaya diri</strong><p>Berbicara dengan yakin: persiapan 	maksimal, penampilan menarik</p><p>Terlalu percaya diri juga bisa 	berakibat kegagalan</li><li>Originalitas<p>Jadi diri sendiri tanpa meniru yang 	lain</p><p>Ciptakan trade mark pribadi</li><li>Ketulusan<p>Berbicara dengan tulus dan tidak 	dibuat-buat</p><p>Jangan menonjolkan diri sendiri, 	jadikan audiens sebagai objek apresiasi</li><li>Antusiasme<p>Berbicara dengan antusias: persiapan 	fisik yang optimal</p><p>Kuasai materi dengan baik</li><li>Empati<p>Ketahui keinginan dan keadaan audiens</p><p>Berhenti sebelum audiens jenuh</li><li>Kejelasan<p>Berbicara dengan jelas: pengaturan 	vokal, penggunaan mic</p><p>Hindari istilah yang membingungkan</li><li>Entertaining<p>Sisipkan jokes atau cerita yang 	menarik</p><p>Perbanyak koleksi &#8216;quotes&#8217; dari 	orang-orang terkenal</li></ol><p>Yang saya tandai disini adalah poin <strong>Percaya Diri</strong>, mengapa poin ini, jawabannya sudah jelas karena masalah inilah yang ditemui oleh mayoritas orang, dimana biasanya orang cenderung mengelak ketika diminta atau diberi kesempatan untuk berbicara didepan umum.</p><p>Jadi sebaiknya terus tumbuhkan sifat percaya diri ini, setelah itu rasanya faktor-faktor lainnya akan mudah untuk anda kuasai.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/public-speaking/kunci-sukses-public-speaking/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>2</slash:comments> </item> <item><title>Hal Unik Episode 1</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/bandung/hal-unik-episode-1/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/bandung/hal-unik-episode-1/#comments</comments> <pubDate>Tue, 02 Feb 2010 00:22:32 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Bandung]]></category> <category><![CDATA[Unik]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=295</guid> <description><![CDATA[Pagi hari ngajak anak jalan ke braga, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian. 1. Hotel homann kayanya laundrynya lagi penuh, jadi terpaksa menjemur pakaian di luar 2. Ini gedung dari saya SD atau bahkan TK (ga inget juga) sampe sekarang saya uda punya anak, masih aja kosong 3. Bank jabar selera artistiknya agak unik, ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Pagi hari ngajak anak jalan ke braga, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian.</p><p>1. Hotel homann kayanya laundrynya lagi penuh, jadi terpaksa menjemur pakaian di luar</p><p><a
href="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00565.jpg"><img
class="alignnone size-medium wp-image-291" title="IMG00565.jpg" src="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00565-300x227.jpg" alt="" width="300" height="227" /></a></p><p>2. Ini gedung dari saya SD atau bahkan TK (ga inget juga) sampe sekarang saya uda punya anak, masih aja kosong</p><p><a
href="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00564.jpg"><img
class="alignnone size-medium wp-image-292" title="IMG00564.jpg" src="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00564-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p><p>3. Bank jabar selera artistiknya agak unik, mungkin sampai kucel dan udah ga enak diliat gini disebutnya memiliki nilai seni klasik kontemporer</p><p><a
href="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00563.jpg"><img
class="alignnone size-medium wp-image-293" title="IMG00563.jpg" src="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00563-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a></p><p>4. Nemu plang alamat yang &#8220;klasik&#8221;</p><p><a
href="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00561.jpg"><img
class="alignnone size-medium wp-image-294" title="IMG00561.jpg" src="http://ikram.web.id/wp-content/uploads/2010/02/IMG00561-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/bandung/hal-unik-episode-1/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Tolong Matikan Handphone Selama Khutbah dan Solat Jumat Berlangsung</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/article/tolong-matikan-handphone-selama-khutbah-dan-solat-jumat-berlangsung/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/article/tolong-matikan-handphone-selama-khutbah-dan-solat-jumat-berlangsung/#comments</comments> <pubDate>Fri, 22 Jan 2010 06:00:08 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Article]]></category> <category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category> <category><![CDATA[Solat Jumat]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=262</guid> <description><![CDATA[Bagi para pria mungkin kalimat perintah ini sudah sering terdengar, terutama ketika melaksanakan solat jumat di masjid. Anehnya meskipun sudah puluhan atau bahkan ratusan kali mendengarkan larangan tersebut tetap masih ada saja bunyi dering handphone yang terdengar oleh saya, bahkan hampir setiap minggunya ketika menjalankan solat jumat. Entah apa maksudnya, namun saya pikir apa susahnya ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para pria mungkin kalimat perintah ini sudah sering terdengar, terutama ketika melaksanakan solat jumat di masjid. Anehnya meskipun sudah puluhan atau bahkan ratusan kali mendengarkan larangan tersebut tetap masih ada saja bunyi dering handphone yang terdengar oleh saya, bahkan hampir setiap minggunya ketika menjalankan solat jumat. Entah apa maksudnya, namun saya pikir apa susahnya untuk sekedar mematikan handphone beberapa saat, bahkan tidak sampai satu jam selama pelaksanaan khutbah dan solat jumat tersebut, kalaupun ternyata sedang menunggu sms kabar penting tidak ada salahnya untuk seting handphone ke <em>silent</em> sehingga sms tetap bisa diterima.</p><p>Yang unik adalah seringnya handphone dari orang yang tetap &#8220;nakal&#8221; tersebut biasanya berbunyi pada saat sedang melaksanakan solat, sehingga jeleknya saya menjadi berpikir apakah hal tersebut memang sengaja di seting untuk berdering pada jam tersebut atau memang suatu kebetulan saja. Kemungkinan terjadinya kebetulan tersebut sebenarnya sangatlah kecil, meskipun tentu bisa saja terjadi, kenapa kemungkinannya kecil? jawabannya karena sudah tentu mayoritas orang yang mengenal dan mengetahui nomor telepon orang tersebut sudah mengetahui bahwa setiap hari jumat pada jam sekian adalah waktu pelaksanaan solat jumat, sehingga kemungkinan beasr akan menghindari untuk melakukan panggilan telepon pada sekitar jam tersebut.</p><p>Tanpa bermaksud menyentil pihak-pihak yang senang membunyikan handphonenya pada saat solat jumat tersebut, namun tentu alangkah baiknya apabila kita sama-sama menjaga kekhusuan pelaksanaan ibadah tersebut.</p><p>Jadi coba kita sama-sama kembali baca</p><blockquote><p><strong>Tolong Matikan Handphone Selama Khutbah dan Solat Jumat Berlangsung</strong></p></blockquote> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/article/tolong-matikan-handphone-selama-khutbah-dan-solat-jumat-berlangsung/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Dilema Aspek Legalitas, Moral, dan Etika</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/article/dilema-aspek-legalitas-moral-dan-etika/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/article/dilema-aspek-legalitas-moral-dan-etika/#comments</comments> <pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:36:45 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Article]]></category> <category><![CDATA[Etika Bisnis]]></category> <category><![CDATA[Hukum]]></category> <category><![CDATA[Moral]]></category> <category><![CDATA[Peraturan Pemerintah]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=254</guid> <description><![CDATA[Berbicara tentang legalitas tentunya berkaitan dengan peraturan atau hukum yang berlaku, dimana yang sangat berpengaruh disini tentunya merupakan peraturan atau hukum resmi yang berlaku dan tertulis dan dibuat oleh pihak yang berwenang (biasanya pemerintah). Dilihat dari aspek legalitas ini tentunya akan sangat mudah untuk membedakan mana benar dan salah, karena sesuatu yang bertentangan dengan peraturan ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara tentang legalitas tentunya berkaitan dengan peraturan atau hukum yang berlaku, dimana yang sangat berpengaruh disini tentunya merupakan peraturan atau hukum resmi yang berlaku dan tertulis dan dibuat oleh pihak yang berwenang (biasanya pemerintah).</p><p>Dilihat dari aspek legalitas ini tentunya akan sangat mudah untuk membedakan mana benar dan salah, karena sesuatu yang bertentangan dengan peraturan tertulis tersebut sudah pasti akan dinyatakan salah, dan mengikuti aturan tersebut adalah benar.</p><p>Dalam praktiknya ternyata aspek legal tersebut bisa menimbulkan suatu perdebatan bila disandingkan dengan aspek moral, dimana legalitas hukum yang berlaku dalam beberapa kasus mungkin justru biasa bertentangan dengan hati nurani yang notabene merupakan dasar dari aspek moral tersebut.</p><p>Ambil contoh kasus: <strong>Penerapan Aturan Pemerintah Daerah DKI Jakarta Yang Melarang Masyarakat Untuk Memberikan Uang Secara Langsung Kepada Pengemis dan Anak Jalanan</strong></p><p>Dari sisi legal sudah tentu apabila kita memberikan uang kepada pengemis di Jakarta merupakan sesuatu yang salah karena menyalahi aturan yang berlaku, namun bila dilihat dari sisi hati nurani (moral) sebagian akan merasa bahwa aturan tersebut yang salah, karena pemikiran yang timbul adalah &#8220;masa mau berbuat baik dilarang&#8221;.</p><p>Mana yang benar mana yang salah?</p><p>Saya sendiri cenderung berada di tengah-tengah kedua aspek tersebut karena kadang berpikir, benar juga ya aturan tersebut apalagi dalam jangka panjang akan membawa manfaat lebih besar. Namun dilain sisi saat sisi melankolis yang menang pada situasi tertentu, saya justru memutuskan untuk memberikan uang kepada pengemis karena perasaan iba yang muncul pada saat itu, juga pemikiran bahwa meskipun pemerintah berniat membantu mereka dalam jangka panjang, untuk jangka pendek, hari ini, beberapa hari kedepan akan makan dan minum apa mereka.</p><p>Bagaimana pendapat anda? setiap individu tentunya mempunyai cara berpikirnya sendiri.</p><p>Jika dilihat dari teori etika maka bisa dibedakan menjadi</p><p><strong>1. Teleologis</strong></p><p>Yaitu sesuatu disebut baik apabila mencapai tujuan yang baik pula</p><p><strong>2. Deontologis</strong></p><p>Sesuatu disebut baik apabila niatnya baik tanpa memperhutingkan konsekuensi dari pebuatan baik tersebut</p><p>Dalam kasus pengemis tersebut sebagian yang memilih memberikan uang bisa disebut menganut deontologis karena niatnya sudah baik, namun bisa jadi hal tersebut tidak memecahkan masalah dan justru menambah banyak jumlah pengemis yang ada.</p><p>Sedangkan pihak yang memilih mengikuti aturan pemerintah bisa disebut mengikuti teleologis karena diharapkan akan mencapai tujuan yang baik yaitu berkurang atau bahkan akan hilangnya para pengemis dan anak jalanan tersebut.</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/article/dilema-aspek-legalitas-moral-dan-etika/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Seminar Public Speaking Mastery Tantowi Yahya di Bandung, 23 Januari 2010</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/info/seminar-public-speaking-mastery-tantowi-yahya-di-bandung-23-januari-2010/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/info/seminar-public-speaking-mastery-tantowi-yahya-di-bandung-23-januari-2010/#comments</comments> <pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:05:20 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Info]]></category> <category><![CDATA[Public Speaking]]></category> <category><![CDATA[seminar]]></category> <category><![CDATA[Tantowi Yahya]]></category><guid
isPermaLink="false">http://ikram.web.id/?p=249</guid> <description><![CDATA[Ini infonya disalin dari flyer yang saya dapat lewat email PRESENT EXCLUSIVE SEMINAR PUBLIC SPEAKING MASTERY Dan LAUNCHING TYPSS CAB BANDUNG 1.    Bagaimana Cara Tantowi Yahya Mendapatkan Uang 1 Miliar Sebagai Seorang Public Speaker Selama Satu Minggu? 2.    Atau Tahukah Anda Bahwa Tantowi Yahya Mendapatkan Uang Lebih Dari 50 Juta Rupiah Untuk Setiap ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p>Ini infonya disalin dari flyer yang saya dapat lewat email</p><p><strong><span
style="text-decoration: underline;">PRESENT EXCLUSIVE SEMINAR</span></strong></p><p><strong>PUBLIC SPEAKING MASTERY</strong><strong> </strong></p><p>Dan LAUNCHING TYPSS CAB BANDUNG</p><p>1.    Bagaimana Cara Tantowi Yahya Mendapatkan Uang 1 Miliar Sebagai Seorang Public Speaker Selama Satu Minggu?</p><p>2.    Atau Tahukah Anda Bahwa Tantowi Yahya Mendapatkan Uang Lebih Dari 50 Juta Rupiah Untuk Setiap Dua Jam Berbicara Di Depan Umum?</p><p>3.    Bagaimana Mendapatkan lebih banyak Kesuksesan dalam Karir, Bisnis dan Penjualan melalui strategi berbicara yang Hebat?</p><p>4.   Seminar yang akan Meningkatkan Kepercayaan diri Anda secara Signifikan untuk Berbicara di Depan Umum</p><p>5.   Membuka Jalan Menjadi Seorang Public Speaker Handal serta Membuat Anda Lebih Terampil dalam Presentasi</p><p>Lebih Dari 100 Tips Rahasia Seni Public Speaking Mengungkap</p><p><strong>APA YANG AKAN ANDA PELAJARI?</strong></p><ul><li>8 Langkah yang dapat membuat anda menjadi seorang “Great Speaker”</li><li>Grab Your Audience, Berbagai Langkah Praktis Memahami Audiens Anda, Memecah Kebekuan dan Menarik Simpati Audiens di menit-menit Awal.</li><li>Tips Praktis Mengatasi rasa takut berbicara di depan umum yang merupakan penghambat kesuksesan, Membuat Anda berbicara dengan Penuh Percaya Diri</li><li>Sumber Ide dan Informasi pembicaraaan Anda, yang membuat anda tak pernah kehabisan bahan dalam berbicara!</li><li>Solusi dari berbagai macam hambatan dan distorsi komunikasi yang selalu menghantui Anda</li><li>Strategi berbicara untuk mendapatkan simpati audiens Anda dalam 60 detik pertama, atau bahkan kurang!</li><li>Strategi untuk memulai percakapan, memecah kebekuan dan ice breaking yang mempesona dalam berbagai situasi</li><li>Teknik Closing Power yang akan membuat Anda selalu diingat oleh Audiens Anda.</li><li>Pelajari cara menggunakan Vocal &amp; Body language sebagai penguat persuasi, membuat audiens anda menjadi sangat nyaman mendengarkan Anda, hingga lupa waktu</li><li>Bagaimana ekspresi wajah, mata dan alis dapat memberikan kesan persuasi yang kuat kepada audiens anda</li><li>Dapatkan juga bonus Teknik Berbicara secara meyakinkan kepada atasan dan bawahan, menjamin kesuksesan dan kelancaran karir Anda di dunia kerja</li></ul><p><strong>Ballroom Hotel Grand Aquila</strong></p><p><strong>Sabtu 23 Januari 2010</strong></p><p><strong> Pkl. 08.30-13.00 WIB</strong></p><p><strong>PLATINUM: Rp. 400.000</strong></p><p>Exclusive Seminar, Duduk Paling Depan, Materi, Coffe Break , sertifikat</p><p><strong>GOLD: Rp. 300.000</strong></p><p>Exclusive Seminar, Materi, Coffe Break</p><p><strong>SILVER: Rp. 200.000</strong></p><p>Exclusive Seminar</p><p><strong>DAFTAR SEKARANG </strong><strong>DAN DAPATKAN SPESIAL DISKON</strong><strong> </strong></p><p><strong>10 % SEBELUM TANGGAL 20 Januari 2010 atau BELI 3 GRATIS 1 dan PLUS GRATIS DVD</strong> Training Tantowi Yahya senilai</p><p>Rp. 150.000 untuk tiket Platinum</p><p><strong>CARA PENDAFTARAN:</strong></p><ol><li>1. 1. SMS Biodata Anda ke No: 0857 177 136 59</li><li>2. 2. Hubungi kami di Telp: 021-5705335 | 02157853353 Faks: 021-75851812 HP:</li><li>3.  0857 177 136 59  | Email: <a
href="mailto:workshop@tantowi-yahya.com">workshop@tantowi-yahya.com</a></li><li><a
href="mailto:workshop@tantowi-yahya.com"></a>3. Atau dapatkan Tiketnya di Ticket Box yang ada: Toko Buku Gramedia bandung, Radio B 95,6 FM, Radio SKY 93,3 FM.</li><li>4. Info lebih lanjut melalui website www.tantowi-yahya.com</li></ol> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/info/seminar-public-speaking-mastery-tantowi-yahya-di-bandung-23-januari-2010/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>IT Untuk Bangsa</title><link>http://ikram.web.id/inspiration/info/it-untuk-bangsa/</link> <comments>http://ikram.web.id/inspiration/info/it-untuk-bangsa/#comments</comments> <pubDate>Mon, 30 Jun 2008 10:43:16 +0000</pubDate> <dc:creator>Raden Ikram</dc:creator> <category><![CDATA[Info]]></category> <category><![CDATA[huhuy]]></category> <category><![CDATA[info acara IT]]></category> <category><![CDATA[seminar]]></category><guid
isPermaLink="false">http://websick.wordpress.com/?p=13</guid> <description><![CDATA[Dua hari kemaren baru aja dilaksanakan acara seminar IT untuk bangsa yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 tahun kebangkitan nasional. Pembicara yang hadir: 1. Onno W Purbo 2. Abimanyu (Abah) 3. Petrus Golose (dari BARESKRIM POLRI) moderator: riyogarta satu pembicara yang tidak hadir yaitu ROY SURYO. Acara dimulai dengan pak Onno sebagai pembicara pertama, kemudian ]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p
style="text-align: justify;">Dua hari kemaren baru aja dilaksanakan acara seminar IT untuk bangsa yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 100 tahun kebangkitan nasional.</p><p
style="text-align: justify;">Pembicara yang hadir:</p><p
style="text-align: justify;">1. Onno W Purbo</p><p
style="text-align: justify;">2. Abimanyu (Abah)</p><p
style="text-align: justify;">3. Petrus Golose (dari BARESKRIM POLRI)</p><p
style="text-align: justify;">moderator: riyogarta</p><p
style="text-align: justify;">satu pembicara yang tidak hadir yaitu ROY SURYO.</p><p
style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan pak Onno sebagai pembicara pertama, kemudian dilanjutkan dengan Abimanyu. Hal lucu sempat terjadi dmn panitia yang kebingungan mencari pak Petrus dari BARESKRIM ternyata mendapati beliau sedang duduk di kursi yang disediakan untuk peserta, hehehe (beliau bilang dia kira nanti dipanggil karena dipikir memang ada urutannya untuk berbicara).</p><p
style="text-align: justify;">Pak Onno menjelaskan tentang definisi blogger, hacker, sedikit penjelasan tentang internet murah, dan voip rakyat</p><p
style="text-align: justify;">Kemudian Abimanyu yang sedikit bersebrangan dengan pak Onno karena masih menggunakan &#8220;jendela&#8221; menjelaskan tentang software2 yang dibuat oleh perusahaannya, dimana dia pun bertujuan untuk semakin memajukan bangsa ini dalam bidang IT dengan memberikan solusi sistem penjualan software agar tetap terjangkau namun bisa mendatangkan keuntungan (Pak Abimanyu juga sempat memberikan subangan software kepada kepolisian RI, salut deh. juga memberikan voucher diskon untuk para peserta).</p><p
style="text-align: justify;">huhuy sempat ketawa sedikit ketika pak Petrus akan mulai berbicara, karena beliau menyindir riyogarta yang juga malah memberikan jawaban atas pertanyaan dari peserta. beliau bilang &#8220;kalau ditugaskan sebagai moderator jangan ikut menjelaskan, hehehe&#8221;</p><p
style="text-align: justify;">sekian aja deh, ntar sambung lg. lg males nuliz soalnya nie..</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ikram.web.id/inspiration/info/it-untuk-bangsa/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>4</slash:comments> </item> </channel> </rss>
<!-- This site's performance optimized by W3 Total Cache. Dramatically improve the speed and reliability of your blog!

Learn more about our WordPress Plugins: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Minified using disk
Page Caching using disk (user agent is rejected)
Database Caching using disk

Served from: depok.idwebhost.com @ 2012-02-06 15:32:03 -->
